Kejadian Mengejutkan: Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi

by
Mengejutkan

olympic.or.id – Sebuah insiden yang mengejutkan terjadi di Naples, Florida, Amerika Serikat, saat sepotong puing dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) mendarat di atap rumah milik Alejandro Otero pada 8 Maret lalu. Alejandro, pemilik rumah tersebut, mengunggah foto potongan puing yang menembus genteng dan langit-langit rumahnya ke akun media sosialnya. Meskipun puing tersebut relatif kecil dan dapat digenggam dengan satu tangan, lubang yang dihasilkan cukup signifikan. Untungnya, dalam kejadian ini, tidak ada korban luka.

” Baca Juga: CEO Apple, Tim Cook dan Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi “

Penyelidikan NASA: Asal Usul Puing Antariksa

Setelah insiden tersebut, Alejandro mencari konfirmasi dari NASA mengenai asal muasal puing yang jatuh ke rumahnya. NASA kemudian mengonfirmasi bahwa puing tersebut merupakan bagian dari peralatan yang telah dibuang dari ISS tiga tahun yang lalu. Berdasarkan penyelidikan di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, NASA menemukan bahwa puing yang jatuh adalah bagian dari penyangga peralatan pendukung EP-9 yang digunakan untuk memasangkan baterai ke palet kargo. Meskipun seharusnya puing ini habis terbakar di atmosfer setelah beberapa tahun mengorbit, mengejutkan ternyata tidak demikian, dan akhirnya menimpa rumah Alejandro.

Tantangan Sampah Antariksa: Risiko dan Dampaknya

Menurut NASA, jumlah objek di orbit Bumi yang berukuran lebih dari 10 sentimeter mencapai lebih dari 25.000. Objek-objek ini bergerak dengan kecepatan sangat tinggi, sekitar 7 hingga 8 kilometer per detik. Setiap harinya, setidaknya satu puing tercatat jatuh kembali ke Bumi dalam 50 tahun terakhir. Sebagian besar puing tersebut jatuh ke lautan, namun tidak jarang juga mendarat di daratan seperti dalam kasus rumah Alejandro. Selain menjadi ancaman bagi properti, kejadian seperti ini juga menimbulkan risiko terhadap satelit di luar angkasa. NASA mencatat bahwa ISS rata-rata bertabrakan dengan sampah antariksa sekali dalam setahun. Kecepatan dan volume sampah yang mengambang di orbit Bumi Rendah (LEO) menyebabkan risiko keselamatan bagi manusia dan properti baik di ruang angkasa maupun di Bumi.

Baca Juga :   Evaluasi Program Friday Car Free di Jawa Barat

” Baca Juga: Pertemuan Menteri Luar Negeri China dan Presiden Jokowi “

Tindakan NASA dan Pemantauan Masa Depan

NASA telah mengambil langkah untuk menyelidiki mengapa puing tersebut tidak habis terbakar saat re-entry ke atmosfer. Hasil penyelidikan ini akan digunakan untuk model dan analisis di masa mendatang. Tindakan seperti ini menjadi penting dalam mengurangi risiko dampak negatif sampah antariksa terhadap Bumi dan objek di orbit. Meskipun kejadian seperti yang dialami Alejandro jarang terjadi, tetapi kesadaran akan masalah sampah antariksa menjadi semakin penting seiring dengan peningkatan aktivitas antariksa manusia. Dengan pemantauan dan tindakan yang tepat, diharapkan risiko dari sampah antariksa dapat diminimalkan untuk melindungi kehidupan dan properti baik di Bumi maupun di luar angkasa.

No More Posts Available.

No more pages to load.