Penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Indonesia

by
Indonesia

olympic.or.id – Pada tahun 2024, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan pemberlakuan resmi Kurikulum Merdeka untuk seluruh sekolah di Indonesia. Keputusan ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara merata, tanpa memandang kondisi ekonomi, fisik, atau mental siswa dan orang tua.

” Baca Juga: Kemenangan Hebat Ganda Putri Indonesia di Spain Masters 2024 “

Tujuan dan Prinsip Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka dirancang dengan tujuan memberikan fleksibilitas dan menekankan materi esensial untuk mengembangkan kompetensi siswa sepanjang hayat, sambil tetap berakar pada karakter Pancasila. Prinsip-prinsip yang mendasari kurikulum ini adalah pengembangan karakter, fleksibilitas, dan fokus pada muatan esensial. Pengembangan karakter melibatkan aspek spiritual, moral, sosial, dan emosional siswa dalam proses pembelajaran. Fleksibilitas memungkinkan kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan siswa, karakteristik sekolah, dan konteks lingkungan sosial budaya setempat. Sedangkan fokus pada muatan esensial memastikan siswa memiliki waktu yang cukup untuk pembelajaran yang mendalam dan bermakna.

Komponen Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka terdiri dari kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum. Struktur kurikulum mencakup intrakurikuler dan kokurikuler. Salah satu komponen penting dari kokurikuler adalah proyek penguatan profil Pancasila. Ini menegaskan pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai landasan karakter bangsa.

Karakteristik Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka didasarkan pada beberapa karakteristik utama. Pertama, terdapat penilaian pada awal, proses, dan akhir pembelajaran untuk memahami kebutuhan belajar siswa serta perkembangan proses belajar mereka. Kedua, pendekatan pembelajaran mempertimbangkan kebutuhan dan posisi siswa untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik individu. Ketiga, prioritas diberikan pada kemajuan belajar siswa daripada cakupan atau ketuntasan muatan kurikulum. Terakhir, refleksi atas kemajuan belajar siswa dilakukan melalui kolaborasi dengan guru lain, memastikan evaluasi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga :   Bunga Rampai Budaya Lokal: Dekranasda Sleman dan Sentuhan Elegan dalam Tenun Ikat

Implementasi Kurikulum Merdeka

Implementasi Kurikulum Merdeka akan melibatkan kerjasama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Proses ini akan membutuhkan dukungan yang kuat dari semua pihak terkait untuk memastikan efektivitas dan kesuksesan penerapan kurikulum ini dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

” Baca Juga: Tips Menjaga Kebersihan dan Kecerlangan Pakaian Putih “

Kesimpulan

Kurikulum Merdeka menandai tonggak baru dalam pendidikan Indonesia, dengan fokus pada pengembangan karakter, fleksibilitas, dan penekanan pada muatan esensial. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat lebih responsif terhadap kebutuhan siswa dan mampu menghasilkan generasi yang kompeten dan berintegritas sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

No More Posts Available.

No more pages to load.