Peretasan OpenAI: Pilihan Tidak Melapor ke FBI dan Dampaknya

by

olympic.or.id – Peretasan terhadap perusahaan teknologi sering kali menjadi berita besar yang memicu perhatian luas, terutama jika perusahaan tersebut memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan. Salah satu insiden yang baru-baru ini terungkap adalah peretasan terhadap OpenAI, sebuah perusahaan terkemuka di bidang kecerdasan buatan yang didirikan oleh beberapa tokoh terkenal, termasuk Elon Musk dan Sam Altman. Meskipun insiden ini telah terjadi sekitar setahun yang lalu, baru sekarang publik mulai mengetahuinya. Menariknya, OpenAI memilih untuk tidak melaporkan peretasan ini kepada pihak berwenang seperti FBI. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai insiden tersebut, dampaknya, dan bagaimana OpenAI menanganinya.

” Baca Juga: Tips Mempersiapkan Diri untuk Ujian dan Tes “

OpenAI Diretas dan Keputusan untuk Tidak Melapor ke FBI

Insiden peretasan terhadap OpenAI ini baru diketahui publik melalui laporan dari The New York Times, meskipun kejadian tersebut sebenarnya telah berlangsung setahun yang lalu. Peretasan tersebut melibatkan pencurian informasi dari forum online perusahaan, di mana karyawan membahas teknologi terbaru yang sedang dikembangkan oleh OpenAI. Sumber-sumber yang familiar dengan insiden ini menyebutkan bahwa peretas tidak mengakses sistem inti OpenAI yang menyimpan dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan mereka, termasuk kode sumber untuk ChatGPT atau teknologi kecerdasan lainnya. Informasi yang dicuri hanya terbatas pada diskusi internal di forum online tersebut.

Para eksekutif OpenAI akhirnya mengungkapkan insiden ini kepada karyawan mereka dalam sebuah pertemuan di San Francisco pada April 2023 dan kemudian melaporkannya kepada dewan direksi. Namun, mereka memutuskan untuk tidak mengumumkan berita ini kepada publik karena tidak ada informasi pelanggan atau mitra yang dicuri. Serta insiden tersebut tidak dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Selain itu, mereka percaya bahwa peretas tersebut adalah individu yang tidak memiliki hubungan dengan pemerintah asing. Sehingga tidak ada alasan untuk melaporkannya kepada FBI atau penegak hukum lainnya.

Baca Juga :   Mendagri: Tingginya Biaya Politik Dorong Korupsi Kepala Daerah

Keamanan OpenAI dan Kritik Internal

Setelah insiden peretasan tersebut, Leopold Aschenbrenner, manajer program teknis OpenAI, mengirimkan memo kepada dewan direksi. Dalam memo itu, Aschenbrenner mengkritik bahwa perusahaan, termasuk dewan direksida. Tidak cukup berupaya untuk mencegah pencurian rahasia perusahaan oleh pihak asing seperti pemerintah China. Dia menegaskan bahwa keamanan OpenAI tidak cukup kuat untuk melindungi rahasia penting jika ada penyusup dari pihak asing yang mencoba mencurinya. Aschenbrenner juga mengklaim bahwa OpenAI telah memecatnya pada musim semi 2024 karena dia membocorkan informasi lain di luar perusahaan. Serta menuduh bahwa pemecatannya bermotif politik. Dia membahas insiden peretasan ini dalam sebuah podcast baru-baru ini, meskipun detail spesifik dari insiden tersebut belum pernah dilaporkan sebelumnya.

Menurut Aschenbrenner, keamanan OpenAI sangat rentan terhadap pencurian rahasia utama. Yang menimbulkan kekhawatiran besar jika ada pihak asing yang mencoba menyusup ke dalam sistem perusahaan. Namun, OpenAI menyatakan bahwa pandangan Aschenbrenner tidak mencerminkan situasi sebenarnya dan bahwa perusahaan telah menangani insiden ini dengan serius. Termasuk melaporkannya kepada dewan direksi sebelum Aschenbrenner bergabung dengan perusahaan. Juru bicara OpenAI, Liz Bourgeois, mengatakan bahwa OpenAI menghargai kekhawatiran Aschenbrenner selama bekerja di perusahaan. Tetapi tidak setuju dengan banyak klaim yang dia buat mengenai langkah-langkah keamanan yang diambil oleh OpenAI.

” Baca Juga: Mengatasi Gangguan Telepon dari Nomor Tak Dikenal iPhone “

Sikap OpenAI dan Tanggapan Terhadap Kritik

OpenAI, melalui juru bicara mereka, menegaskan bahwa mereka memiliki komitmen yang kuat untuk membangun kecerdasan buatan umum (AGI) yang aman dan bertanggung jawab. Bourgeois menyatakan bahwa meskipun OpenAI dan Aschenbrenner berbagi komitmen yang sama dalam hal ini. Mereka tidak sependapat dengan karakterisasi Aschenbrenner terhadap keamanan perusahaan, khususnya terkait insiden peretasan tersebut. OpenAI mengklaim bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi dan melaporkan insiden ini kepada dewan direksi mereka.

Baca Juga :   Kustomisasi Home Screen dan Lock Screen iOS 18

Insiden peretasan terhadap OpenAI ini menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan teknologi. Dalam melindungi rahasia perusahaan dan informasi sensitif dari ancaman cyber. Keputusan OpenAI untuk tidak melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang. Seperti FBI menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati dalam menangani insiden keamanan. Dengan fokus pada perlindungan informasi pelanggan dan mitra serta memastikan bahwa ancaman tersebut tidak menimbulkan risiko signifikan bagi keamanan nasional.

Dalam menghadapi insiden peretasan ini, OpenAI tampaknya telah mengambil langkah-langkah yang dianggap tepat. Untuk melindungi integritas perusahaan dan informasi sensitif mereka. Namun, kritik terhadap langkah-langkah keamanan mereka dan keputusan untuk tidak melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang. Menggarisbawahi pentingnya transparansi dan tanggung jawab dalam mengelola ancaman cyber di era digital ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.