Penggerebekan Gudang Sabu di Ciledug: Kurir Gagal Mengelak

by

olympic.or.id – Peredaran narkoba jenis sabu di Indonesia terus menjadi permasalahan yang serius, dengan berbagai taktik yang digunakan para pelaku untuk menghindari jerat hukum. Salah satu kasus terbaru yang menarik perhatian terjadi di Ciledug, Kota Tangerang, di mana polisi berhasil menggagalkan usaha penyelundupan sabu dalam jumlah besar yang dilakukan oleh kurir narkoba. Penangkapan ini mengungkap taktik para kurir yang berusaha mengelabui pihak berwenang, serta upaya mereka memanfaatkan momen perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-78 untuk melancarkan aksi kriminal mereka.

” Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual oleh Ayah Tiri di Serang “

Penangkapan Kurir Sabu di Ciledug

Pada malam hari Senin, 1 Juli 2024, polisi melakukan penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Parung Serah, Ciledug. Yang diketahui digunakan sebagai gudang penyimpanan narkoba. Dalam penggerebekan tersebut, dua pria yang berinisial R (29 tahun) dan A (19 tahun) ditangkap. Kedua pria ini merupakan kurir narkoba yang bertugas mengedarkan sabu dalam jumlah besar. Di dalam kontrakan tersebut, polisi menemukan 72 kilogram sabu yang disembunyikan dalam bungkus teh asal China dan disimpan dalam beberapa kardus yang ditutupi dengan tumpukan bantal.

Upaya Kurir Mengelak dan Mengaku Tertipu

Saat penggerebekan berlangsung, salah satu kurir mencoba bersiasat dengan mengaku tertipu. Pria tersebut mengklaim bahwa ia tidak mengetahui isi paket yang diterimanya adalah narkoba. Pur (40), keponakan pemilik kontrakan yang menjadi saksi mata. Mengungkapkan bahwa kurir tersebut sempat beralasan bahwa ia hanya disuruh mengantarkan paket tersebut dan tidak tahu isinya. Namun, polisi dengan tegas menolak alasan tersebut dan tetap melanjutkan proses penangkapan. Pur juga menambahkan bahwa kurir tersebut berdalih bahwa kontrakan tersebut disewa untuk orang lain, bukan untuk dirinya sendiri.

Baca Juga :   Mendagri: Tingginya Biaya Politik Dorong Korupsi Kepala Daerah

Taktik Memanfaatkan Momen HUT Bhayangkara

Polisi mencurigai bahwa para pelaku memanfaatkan momen perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-78 untuk melancarkan aksi mereka. Brigjen Hengki, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, menyatakan bahwa para sindikat narkoba kemungkinan memanfaatkan kesibukan polisi dalam persiapan dan pelaksanaan perayaan tersebut untuk menyelundupkan sabu ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Penyelidikan yang dilakukan oleh tim dari Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Malvino Edward Yusticia berhasil mengungkap bahwa kedua kurir tersebut membawa kunci kontrakan yang digunakan sebagai gudang penyimpanan narkoba.

Pengembangan Penyelidikan dan Barang Bukti

Dari penangkapan awal dua kurir tersebut, polisi berhasil mengamankan satu kilogram sabu yang disimpan dalam tas. Pengembangan penyelidikan kemudian membawa polisi ke rumah kontrakan di Ciledug, di mana ditemukan 72 bungkus sabu yang disembunyikan dalam kardus. Setiap bungkus tersebut diperkirakan memiliki berat sekitar satu kilogram. Barang bukti ini menjadi salah satu temuan terbesar dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut.

Reaksi Warga dan Kesaksian Pur

Pur, yang merupakan keponakan dari pemilik kontrakan, merasa sangat kesal dengan kejadian ini. Ia mengungkapkan bahwa pelaku baru saja pindah ke kontrakan tersebut sehari sebelum penggerebekan dan langsung membuat masalah besar. Pur mengaku sempat ingin memukul pelaku karena merasa kesal dengan tindakan mereka yang merugikan. Ia juga menyaksikan sendiri bagaimana sabu tersebut disimpan dalam empat kardus yang ditutupi dengan bantal dan kardus-kardus lainnya untuk mengelabui polisi.

” Baca Juga: Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku Pemutilasi di Garut “

Kasus ini menunjukkan betapa seriusnya masalah peredaran narkoba di Indonesia dan pentingnya kerja keras pihak berwenang dalam memberantasnya. Pengungkapan gudang sabu di Ciledug ini menjadi bukti bahwa para sindikat narkoba akan terus berusaha mencari celah untuk menjalankan bisnis ilegal mereka. Namun ketegasan dan kerja keras polisi dapat menggagalkan rencana tersebut. Upaya untuk menemukan sumber pemasok sabu ini masih terus dilakukan. Dengan harapan dapat menekan peredaran narkoba di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga :   BMKG Jelaskan Hujan Kemarau dan Cuaca Ekstrem di Sawangan

No More Posts Available.

No more pages to load.