Klarifikasi Tsania Marwa tentang Isu Meninggalkan Anak

by
Tsania Marwa

olympic.or.id – Aktris Tsania Marwa membantah tuduhan yang menyebut dirinya meninggalkan rumah tanpa membawa kedua anaknya, yang menyebabkan perselisihan seperti yang terjadi saat ini. Menurut Tsania, saat dia keluar dari rumah Atalarik Syach, dia sudah membawa kedua anaknya bersamanya. “Kalau ada orang bilang ‘Mbak Tsania kabur dari rumah, keluar enggak bawa anak sih,’ aku bawa anak,” kata Tsania dalam wawancara di YouTube Curhat Bang Denny Sumargo. Dia menambahkan bahwa satu-satunya hal yang dia bawa saat itu adalah anak-anaknya, sementara barang-barang pribadinya tertinggal di rumah tersebut.

” Baca Juga: Kebijakan Pajak Turis di Thailand Dibatalkan “

Proses Keluar Rumah dengan Pamitan

Tsania juga menjelaskan bahwa saat keluar dari rumah, dia berpamitan kepada Atalarik dan membawa kedua anak mereka. “Kalau dibilang saling mengambil, aku keluar rumah aku pamit sama dia loh,” ucap Tsania. Dia mengatakan bahwa dia memohon maaf kepada Atalarik dan menyatakan bahwa dia tidak dapat melanjutkan pernikahan tersebut. Namun, meski telah mendapatkan hak asuh, Tsania menghadapi banyak kendala untuk bisa bersama anak-anaknya selama tujuh tahun terakhir.

Insiden yang Memisahkan dengan Anak-anak

Tsania menceritakan insiden yang terjadi setelah dia berpamitan. Suatu hari, Atalarik meminta izin kepada orang tua Tsania untuk membawa anak-anak mereka makan pizza. Namun, ternyata Atalarik membawa anak-anak pulang ke rumahnya di Cibinong dan sejak saat itu tidak pernah mengizinkan Tsania untuk bertemu dengan mereka. Tsania dan keluarganya yang tinggal di Jakarta Pusat tidak curiga dengan permintaan Atalarik karena merasa semua sudah baik-baik saja setelah pamitan. Namun, tindakan Atalarik tersebut membuat Tsania sangat sakit hati dan memantapkan hatinya untuk menggugat hak asuh anak.

Baca Juga :   Perdebatan Mengenai MSG dan Garam Dapur

Perjuangan untuk Bertemu Anak-anak

Tsania menjelaskan bahwa tindakan Atalarik yang membohongi orang tuanya untuk membawa anak-anak adalah yang paling menyakitkan baginya. Sejak saat itu, dia tidak diperbolehkan bertemu anak-anaknya dan aksesnya kepada mereka diblokir. Berbagai usaha telah dilakukan Tsania untuk bisa bertemu dengan anak-anaknya, termasuk mendatangi rumah Atalarik bersama ayahnya. Namun, mereka malah dimaki-maki oleh kakak Atalarik dan disarankan untuk menghubungi pengacara jika ingin bertemu anak-anak. Karena merasa buntu, Tsania akhirnya berjuang melalui jalur hukum untuk mendapatkan hak asuh anak.

Langkah Hukum Tsania Marwa

Tsania menekankan bahwa berbagai usaha telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik sebelum memutuskan untuk membawa persoalan ini ke pengadilan. Dengan latar belakang hukum dari ayahnya, mereka memilih jalur realistis untuk memperjuangkan hak asuh anak melalui proses hukum. Hal ini dilakukan setelah merasa tidak ada jalan lain untuk bisa bertemu dengan anak-anaknya secara damai dan baik-baik.

” Baca Juga: Dampak Emisi Karbon dari Invasi Rusia ke Ukraina “

Kesimpulan

Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya permasalahan hak asuh anak yang dialami Tsania Marwa. Meski telah berusaha keras untuk menyelesaikan masalah secara damai, dia akhirnya harus menempuh jalur hukum untuk mendapatkan hak asuh anak-anaknya. Tindakan Atalarik yang membohongi keluarga Tsania dan menghalangi akses Tsania kepada anak-anaknya menjadi pendorong utama untuk Tsania mengambil langkah hukum tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.