| Publikasi | Kembali ke daftar |
24/01/2012Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Atlet Perempuan di Era Kompetisi Global |
|
|
Partisipasi perempuan dalam olimpiade terus meningkat dalam kurun waktu 100 tahun ini. Untuk itu Partisipasi Pemerintah dibutuhkan untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas atlet perempuan di Indonesia dengan mengimplementasikan prinsip kesamaan antara laki-laki dan perempuan. Hal itu diungkapkan oleh Rita Subowo selaku Ketua Komite Olimpiade (KOI) Indonesia dalam seminar yang bertajuk “Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Atlet Perempuan di Era Kompetisi Global,” di Hotel Sultan, Selasa 24 Januari 2012. “Tidak hanya dalam ajang olahraga, perempuan juga harus aktif dalam organisasi olahraga. Dari 205 NOC di seluruh dunia, hanya 17% yang punya board member perempuan. Perempuan yang aktif di National Olympic Committee (NOC) Asia hanya 13% dan hanya 4% perempuan jadi ketua. Pada sidang Majelis Umum NOC dunia, anggota perempuan hanya 13% dan 11% untuk NOC Asia," papar Rita Subowo. International Olympic Committee (IOC) sendiri sudah menargetkan bahwa sedikitnya 20% jabatan strategis di IOC harus diisi oleh perempuan, tapi hingga saat ini belum tercapai. Tercatat pada tahun 2010 hanya Rita Subowo satu-satunya Presiden NOC di Asia dan beliau adalah satu dari 8 perempuan yang menjadi Presiden NOC di seluruh dunia. Selain Rita Subowo hadir juga sebagai pembicara Andi Mallarangeng (Menpora), Linda Agum Gumelar (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ), Nurhayati Ali Assegaf (Anggota DPR RI), Pusparani Hakim (Ketua Komisi Woman and Sport, KOI), dan Imelda Wiguna (Mantan Pebulutangkis).
|
|
| Sochi 2014 |
| 258 hari lagi |