| Publikasi | Kembali ke daftar |
20/12/2011PERAN ATLET DALAM MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP |
|
|
Seruan untuk menjaga kelestarian lingkungan memang sedang membahana. Bukan hanya oleh aktifis terkait tetapi juga oleh masyarakat seluruh dunia. Komite Olimpide Indonesia melalui Komisi Olahraga dan Lingkungan juga berpartisipasi dalam upaya tersebut. Seminar berjudul "Peran Atlet dalam Melestarikan Lingkungan," KOI menggandeng sejumlah tokoh ternama. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 20 Desember 2011 di ruang Vanda, Gedung Serbaguna Senayan bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih kepada mereka yang berada dalam ruang lingkup olahraga. Kami ingin ambil bagian dalm upaya melestarikan lingkungan. Lewat kegiatan ini kami berharap atlet-atlet yang juga merupakan duta bangsa bisa ikut menyampaikan kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar," ucap Raja Parlindungan Pane selaku ketua Komisi Olahraga dan Lingkungan KOI. Kondisi alam dan lingkungan saat ini memang sudah sangat memprihatinkan. Ini ditandai dengan maraknya peristiwa alam seperti banjir, tanah longsor, hujan badai, dan lain-lain yang diakibatkan dari pemanasan global. Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara seluruh dunia. Selaku organisasi tertinggi olahraga di dunia, International Olympic Committee (IOC) menyatakan komitmennya untuk ikut berperan serta. Termasuk Indonesia sebagai salah satu anggotanya. Rita Subowo, Ketua Umum KOI, bahkan dipercaya untuk menjadi anggota Komisi Olahraga dan Lingkungan IOC. "Menjaga lingkungan menjadi tugas kita bersama, tanpa terkecuali insan-insan yang bergelut di olahraga. Dan IOC melalui Komisi Olahraga dan Lingkungan akan terus menyerukan ini. Kami ingin membuktikan bahwa kami peduli," ujar Rita. Seminar ini diikuti oleh atlet-atlet nasional, anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan juga KOI, serta para undangan. Hadir sebagai pembicara dalam acara ini, Ully Sigar Rusady (seniman dan aktifis lingkungan), Rissa Suseanty (atlet balap sepeda), dan Christopher Rungkat (petenis). Dalam seminar ini diakhiri dengan penyerahan 1000 bibit tanaman matoa. Bibit ini diserahkan KOI kepada perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) serta yayasan lingkungan.
|
|