| Berita olahraga | Kembali ke daftar |
15/03/2010KONI Minta Pemerintah Tentukan Blue Print |
|
|
Banyaknya permasalahan yang kerap mengelilingi prestasi olahraga di Tanah Air, praktis berakibat pada pencapaian Indoensia di bidang tersebut. Tak ingin terus tertinggal dari negara lain, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengusulkan agar pemerintah segera membuat cetak biru atau blue print. Gagasan tersebut dikemukakan oleh Ketua Umum KONI/KOI Pusat Rita Subowo usai menerima gelar kehormatan Doktro Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis 11/3. Cetak biru tersebut diperlukan agar kepastian emngenai tugas masing-masing pihak terkait perkembangan olahraga menjadi jelas. "Misalnya tentang apa saja yang menjadi tugas KONI sebagai penyelenggara kegiatan olahraga prestasi. Demikian pula dengan Departemen Pendidikan Nasional (Diknas) sebagai bagian dari perkembangan tersebut. Sebab pada dasarnya, olahraga dan pendidikan itu tidak bisa dipisahkan," Rita menandaskan. Maklum, adanya Undang-Undang (UU) tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang tertuang dalam UU No. 3 tahun 2005, tak serta merta bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. "Jangankan untuk berbicara soal kesejahteraan atlet, untuk jenjang pembinaan di daerah-daerah saja masih sulit," ucap wanita berusia 62 tahun itu. Seperti misalnya pelaku olahraga yang dibatasi ruang egraknya. Jika merujuk pada tersendatnya proses persiapan Asian Games (AG) atau bahkan SEA Games 2011, menurut Rita, hal itu terlihat jelas. "Segala persiapan tersebut harus tertunda lantaran menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang hingga kini belum juga diterbitkan. Akibatnya program yang sudah dicanangkan sejak lama pun harus terkena imbasnya," Rita mengungkapkan. Salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan atlet terkait persiapan AG. Mayoritas atlet dari empat cabang olahraga yang sduah mengikuti tes fisik yaitu atletik, akrate, angkat besi dan catur, masih belum emmenuhi standar yang ditentukan. Untuk itu, diperlukan kejelasan mengenai tugas dan tanggung jawab tersebut. Ia pun menampik anggapan jika pihaknyalah penyebab belum diturunkannya Perpres. "Soal Prima, KONI tidak memikirkan akan berada di posisi apa. Yeng terpenting kita bisa bersama-sama saling mengisi," Rita menegaskan. Sumber: Topskor, 12 Maret 2010 |
|