| Berita olahraga | Kembali ke daftar |
05/03/2010Kesempatan Lebih Besar di Marathon Untuk Triyaningsih |
|
|
Pelari jarak jauh Triyaningsih, yang menuai kemenangan sejati pada lomba marathon di Hongkong minggu lalu, sudah menetapkan tujuannya untuk memenangkan medali emas di cabang marathon pada Asian Games 2010 yang akan datang. Triyaningsih dilatih untuk bertanding di kategori marathon dan 10 km, namun pelatihnya, Alwi Mugiyanto berkata bahwa Truyaningsih akan lebih mendapat kesempatan meraih emas di cabang marathon. "Kesempatan Tri lebih besar di marathon karena dia berlari lebih cepat pada jarak yang lebih jauh. Seperti mobil balap yang lebih cepat apabila mesinnya sudah panas," ujar Alwi. "Itulah alasannya kenapa ia berhasil memecahkan rekor pada lomba lari 10-km di Laos, tapi tidak berhasil pada lomba dengan jarak yang lebih pendek, 5-km," tambahnya. Pada SEA Games Laos 2009 yang lalu, Tri berhasil mendapatkan emas untuk lari 10-km, dimana ia menetapkan rekor baru 32:49:47, dan pada lari jarak 5-km ia menetapkan waktu 15:56:79. Sementara Minggu lalu, Tri berhasil memenangkan lomba lari marathon tahunan di Hongkong dimana ia menetapkan waktu 2 jam 47 menit dan 35 detik. Ia berhasil meninggalkan pelari China, Jin Ling Ling, yang berada di tempat kedua pada waktu 2 jam 52 menit dan 33 detik. Lomba pada hari Minggu tersebut merupakan pencapaian kedua terbesar Tri di tingkat internasional. Pada debutnya di lomba marathon Nairobi Kenya, ia berhasil menetapkan waktu terbaik 2 jam 43 menit dan 35 detik. Karena seorang pelari hanya bisa mengikuti lomba marathon paling banyak dua kali dalam setahun, maka Alwi menargetkan Tri untuk mengikuti lomba half-marathon (21, 28 dan 35 km), termasuk marathon Pattaya di Thailand pada 18 Juli dan marathon Gold Coast pada tanggal 3-4 Juli, termasuk juga beberapa turnamen di eropa. Alwi berkata, waktu persiapan yang ideal untuk Tri adalah setidaknya setahun sebelum hari_h, dalam hal ini, Asian Games, yang akan diadakan pada tanggal 12-27 November di Guangzhou, China. Oleh karena itu, Alwi mengharapkan kejelasan administrasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terhadap status anak didiknya tersebut. "Ini sudah bulan Maret dan kami masih dalam tahap latihan dasar," ujar Alwi. "Kami membutuhkan kejelasan diatas kertas apakah Tri masuk dalam tim dan kami bisa melaksanakan persiapan dengan lebih baik," ujar Alwi sambil mengingatkan kejadian SEA Games 2005, dimana Tri tidak jadi berangkat dikarenakan masalah administratif.
Sumber: www.thejakartapost.com |
|