Banner news
Berita olahraga Kembali ke daftar
 
19/01/2010

Pembatalan Islamic Games: Indonesia Harus Cari Ajang Ujicoba Lain

 

Perselisihan mengenai tulisan di medali untuk pemenang dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) kedua berujung pada pembatalan ajang olahraga multievent tersebut. Hal ini diperkirakan bisa menjadi momok bagi Indonesia di Asian Games Guangzhou tahun ini.

Islamic Solidarity Federation (ISF) yang berbasis di Riyadh, hari Minggu lalu mengumumkan pembatalan ajang tersebut yang sedianya akan diadakan di Tehran, April ini. Pembatalan ini merupakan dampak dari penggunaan istilah "Persian Gulf" oleh Panitia Pelaksana Iran pada medali. Ajang ini merupakan salah satu dari sedikit ajang di mana atlet Indonesia berkesempatan untuk menguji kemampuannya sebelum Asian Games Guangzhou, Cina di bulan November.

"Sangat disayangkan pembatalan yang dilakukan karena ajang ini merupakan salah satu dari tryout utama kita sebelum Guangzhou," kata Sony Kasiran, Kepala Pegembangan Atlet untuk PABBSI.

"Para lifter kami punya potensi untuk memenangkan sejumlah medali di ISG karena lawan-lawan Indonesia seperti Cina, Vietnam dan negara-negara Eropa Timur tidak ikut dalam ajang ini.

Iran dijadwalkan untuk menyelenggarakan ISG dari tanggal 16-25 April 2010 setelah sebelumnya tanggal pelaksanaan diundur dari Oktober 2009 karena flu babi yang sedang mewabah. Ajang pertama ISG berlangsung di Jeddah, Arab Saudi di tahun 2005. Tujuan utama diadakannya ajang olahraga ini adalah untuk mempererat hubungan ke-57 negara anggota dari Organisasi Konferensi Islam.

Setelah pertemuan dewan darurat, ISF mengatakan bahwa Panitia Pelaksana Iran "secara sepihak mengambil keputusan tanpa menanyakan kepada Federasi perihal pencantuman slogan pada medali dan pamflet yang berhubungan dengan ISG." Negara-negara Arab dilaporkan bersikeras untuk menggunakan istilah "Arabian Gulf" atau lebih sederhana "The Gulf."

PABBSI telah menyiapkan tiga lifternya - Jadi Setiadi, Eko Yuli Irawan dan Triyatno - untuk bertanding di Tehran. Ketiganya merupakan peraih medali emas di SEA Games 2009, Laos.

Untuk persiapan Asian Games, Sony mengatakan bahwa PABBSI harus mencari Kompetisi lain. Triyatno juga menyatakan kekecewaannya.

"Pertama mereka melakukan penundaaan dari Oktober 2009 menjadi April 2010. Perubahan ini sudah cukup mengganggu program latihan kami. Ajang ini merupakan satu-satunya ajang di mana saya bisa mengukur kekuatan lawan sebelum Asian Games, sekarang malah dibatalkan," kata lifter 22 tahun itu.

"Saya sudah pernah bertanding di SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Saya masih penasaran untuk bertanding di ISG. Ini harusnya menjadi ajang pertama saya."

Menurut Triyatno persiapan Asian Games masih terus berlanjut. Bersama dengan Eko, ia kembali berlatih di camp PABBSI di Balikpapan, Kalimantan Timur, mengikuti dua minggu istirahat setelah SEA Games. "Sejauh ini saya telah mencapai 80% total angkatan saya di Laos. Kami masih dalam masa pemulihan," katanya.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) juga keberatan dengan keputusan ISF dengan mengatakan bahwa keputusan tersebut merugikan program latihan dan jadwal kompetisi.

"Kami menjadwalkan ISG dalam kalender kegiatan kami, dan mungkin federasi di negara lain juga telah melakukan hal yang sama. Karena akan diadakan di bulan April tahun ini, sudah pasti mereka telah menyesuaikan dengan jadwal latihan para atlet mereka. Ajang ini bisa menjadi ajang uji coba yang baik sebelum Asian Games," kata Sekjen PBTI, Wahyu Haagono.

"Perselisihan (antara Iran dengan negara-negara Arab) harusnya tidak boleh memberikan dampak negative kepada negara-negara peserta lainnya."

Sama seperti PABBSI, PBTI juga telah menyiapkan tiga orang atletnya untuk bertanding di Iran dan kini mereka harus mencari event lain sebagai ajang pemanasan.

 

Sumber: thejakartaglobe.com

3rd ASIAN BEACH GAMES 2012
3rd ASIAN BEACH GAMES 2012 - Asian Beach Games
26 hari lagi

Sponsor

Samsung
ACER
DOW
Omega
Coca Cola
McD
Panasonic
P&G
GE
Visa
Atos Origin